Kisah Sukses Afrizani Anak Maria Sharapova Ciptakan Mobil AVANZA
![]() |
| Maria Sharapova & Son |
Aku Theodare alias Afrizani, anak Maria Sharapova. Apa yang membuat aku bahagia dan senang menjadi seorang anak Maria Sharapova hingga saya sukses menjadi seorang pendiri perusahaan teknologi. Bukan itu..!
Aku senang dan bahagia menjadi seorang anak Maria Sharapova adalah saat ia menyusuiku. Dia selalu memberiku asi dengan cara Matrix. Melemparkan aku ke atas langit sekuatnya lalu menyusuiku.
Aku tidak percaya kalau cara Ibuku menyusuiku dapat memberikan aku kekuatan power of love untuk Ibuku. Selain itu, aku dapat kebahagiaan dan kesenangan dari Ibu adalah cara dia merawatku.
Di usiaku yang masih dini, tepatnya di Lisbon saat itu Ibuku bekerja sebagai pemecah batu. Selain bermain tenis 🎾 Ibuku adalah pemecah batu gledeng. Ibu sangat cerdas dan piawai di bidang bebatuan.
Ibuku pemukul keras. Dia banyak duit. Dan Ibuku selalu membawakan aku roti dan susu unta dari Arab Saudi. Ini yang sangat terkesan dalam hidupku.
Di usiaku remaja, Ibuku selalu memberikan aku penghargaan miliknya. Aku selalu mendapatkan uang dari hadiah kemenangan pertandingan tenis dari Ibu. Bahkan Ibuku selalu bertanya, beli apa nak, tanah, jawabku.
Ibuku akan mengejar piala apa saja yang kumau. Dia akan latihan dan berlatih untukku hanya untuk tropi yang kuinginkan. Aku tidak pernah dengan tropi tropi yang diperoleh Ibuku. Karena uangku sedikit.
Tapi, Ibuku tetap berusaha untukku. Sampai mulai dewasa, aku baru puas setelah mendapatkan piala UEFA dari Ibuku, Ibuku jadi Billioner. Saat itu Ibuku sangat bahagia karena aku sudah puas dengan Ibuku.
Aku mendapatkan uang banyak. Ibuku memberikan aku cek giro. Tapi sedikit. Ibuku menolak memberikan padaku semua. Aku merajuk, lalu Ibuku memberikan aku giro cek semua, aku baru puas dan senang.
Saat itulah aku menjadi anak orang kaya nomor satu di dunia. Aku menghambur-hamburkan uang Ibu..Hidupku senang dan menghabiskan uang itu dengan foya foya dengan seorang artis cantik Jakarta namanya Ashanty.
Ketika uangku habis, semua sirna. Ibuku marah padaku. Bukan sedikit 857 juta Billion. Sebuah angka yang fantastis. Ibuku marah padaku dan kami jatuh Miskin. Lalu kami pindah ke Aceh Indonesia.
Tidak ada kata bangkit untuk Maria Sharapova. Tapi anaknya orangnya pantang menyerah. Aku berangkat dari Aceh ke Amerika Serikat dan meninggalkan Ibuku di Aceh. Aku orangnya pantang menyerah.
Tak lama kemudian sesampai di Amerika Serikat aku membangun sebuah pabrik iPhone. Kemudian perusahaan Google. Dan setelah itu aku membangkitkan diriku dengan perusahaan mobil Automotif Cars, dan Luxury Cars.
Aku pulang ke Aceh, aku tersenyum di depan Ibuku. Ibuku bahagia. Lalu Ibuku marah padaku. Dia menumbukku. Karena Ibuku sudah menjadi tukang kerupuk melinjou.
Lalu, aku mengabarkan pada Ibuku, bahwa aku sukses di Amerika Serikat. Ibuku tak suka lagi mendengar omonganku. Tapi untuk kali ini, aku bersujud di kaki Ibuku. Aku mengajak Ibuku ke Amerika Serikat dan memberitahukan padanya, bahwa aku sudah mendirikan perusahaan sesuai keinginan Ibu.
Salah satunya adalah AvanZa. (Anak PoVA adalah Zani). Sebuah mobil Avanza hasil Ciptaan saya dan aku memberikan mobil itu atas namanya *

Komentar
Posting Komentar