Kisah Hidup Maria Sharapova di Aceh
![]() |
| Maria Sharapova & Son |
Maria Sharapova lahir 1978 bukan 1987. Banyak sumber data di Wikipedia menulis tentang Maria Sharapova salah. Oleh karena itu perlu diketahui Maria Sharapova tercatat sebagai atlet petenis Rusia kelahiran 1978.
Maria Sharapova lahir di Napolis India. Diketahui orangnya tuanya bernama Mr. Benson. Penemu bensin pertaman di dunia. Kelahiran Rusia Uni soviet pada tahun 1951.
Orang tua Benson bernama Ibrahim dari Gujarat Hindia. Ibunya Masailamah dari Masala India. Mereka merantau ke Soviet, dan menetap tinggal di Soviet.
Istri Benson bernama Akhadiya dari Palestina, ibunya Akhadiya bernama Maria Magdalena. Dan Ayahnya bernama Raja Khomeini dari Iran.
Raja Khomeini adalah pedagang kain merah sutra kaki lima. Dia lama menetap tinggal di Aceh Indonesia. Hampir setiap Sabtu hari Khomeini menguasai pasar Beureunuen Pidie Aceh Indonesia.
Raja Khomeini menikah dengan Maria Magdalena di Bahgdada Irak. Keduanya dianugerahi anak sulung bernama Bensin alias Benson. Dan beberapa putranya pernah hidup di Aceh.
Aceh tidak terlepas dari kehidupan sosok atlet Maria Sharapova, karena setelah pecah perang Soviet orang orang Rusia mengungsi ke Beureunuen, Pidie Aceh Indonesia.
Orang- orang ketika Invansi Soviet eksodus ke Aceh, tepatnya di mesjid Abu Beureueh. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1980an. Disitulah Maria Sharapova hidup dengan orang tuanya.
Pada tahun 1990, Benson alias Bensin, bukan Pertamax. Tapi pertama kali menemukan bensin. Ia menjual di Bensin di Blang Malu, lalu membeli tanah di Paloh Paya, Usi, Kecamatan Mutiara, Beureunuen, Pidie Aceh.
Kemahsyuran Benson terkenal seluruh dunia. Bahkan ia menjadi orang kaya saat itu. Kemudian Benson dinobatkan sebagai raja Rusia. Namun Benson menolak dia lebih memilih menjadi pengusaha sesuai permintaan mertuanya Raja Khomeini.
Khomeini memberi nobat kepada Benson agar tak menyia-nyiakan Akhadiya. Karena dia anak kesayangan Maria Magdalena. Kemudian dari Akhadiya lahirlah sosok perempuan cantik asal Rusia itu, namanya Maria Sharapova, seperti nama neneknya.
Perempuan cantik itu hidup di Rusia. Dimana ada sepetak tanah milik kakeknya di Haluwyek Moscow. Di sanalah ia tinggal di tanah orang tuanya. Tanah milik kakeknya Ali Khomeini.
Sebagaimana diketahui, Maria Sharapova lama hidup dengan orang tuanya di Aceh. Selain di Desa Paloh Paya, ia juga tinggal dan Memiliki tanah di Simpang Keumangan, Pidie Aceh.
Di simpang Keumangan itu, tanah Proyek Pracetak Aceh. Tempat dimana keluarga Maria Sharapova menanam pohon kapas, dan memproduksi batu bata. Bahkan mereka juga punya pabrik batu bata di Pangwa Meureudu.
Selain itu, Maria Sharapova juga pernah tinggal di Desa Liliep Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie bersama anaknya. Saat itu Desa Liliep masih sebuah bukti pegunungan Bung-Bung Milik Raja Dunya.
Desa itu dibangun oleh warga German (PSG) pada tahun 1994. Sebelumnya adalah sebuah desa di atas bebukitan, yang ditempati oleh Ucok Baba aktor Komedian Jakarta. Mereka keturunan Mante Aceh.
Kemudian setelah dibangun oleh German Desa itu berubah dan Desa itu dipimpinan oleh Soekarno dan Presiden Soeharto sebagai kepala desa. Desa itu menjadi sebuah desa teladan di Indonesia. Dan tempat lahirnya para pemimpin negara.
Di Desa itulah Maria Sharapova pada tahun 1989 menyembunyikan anaknya. Dan pada tahun 1990 dibawa pulang ke Paloh Paya. Kemudian pada tahun 1991 diterbangkan ke Nyagan Rusia.
Pada tahun 1993 Maria Sharapova hidup dengan anaknya di Lakat Hindi. Sebuah tempat transit perdagangan dunia. Dekat Estitonia. Tidak jauh dari Aguero Amerika Serikat tempat dia melahirkan anaknya.
Maria Sharapova hidup dan menghabiskan waktunya di Rusia bersama anaknya adalah pada tahun 2004, setelah Aceh dilanda Tsunami yang berkepanjangan.*

Komentar
Posting Komentar