Kisah Afrizani alias Theodare Anak Maria Sharapova Jadi Kopassus Indonesia

 

Afrizani 


*MENGENAL SOSOK AFRIZANI alias THEODARE PASUKAN KOPASSUS INDONESIA*

Afrizani ternyata namanya. Anggota pasukan kopassus ini memiliki banyak nama inisial. Ternyata namanya adalah Afrizani.

Secara Data yang ditemukan namanya adalah Afrizani, 2/4/1987/ Lahir Desa Liliep Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie Aceh, Indonesia.

Namun, diketahui nama Afrizani yang sebenarnya adalah anak Maria Sharapova kelahiran Aguero, Amerika Serikat. Dia sejak kecil sudah membeli Visa Permission tinggal sebagai warga Aceh di Bank Aceh.

Setelah mendapat Visa tempatan di Aceh Theodare membalik nama menjadi Afrizani. Kemudian dia masuk sekolah Dasar SD Bungie. Dia sebenarnya tamatan tahun 1995.

Pada tahun 1995 dibuka Casis TNI AD Gelombang Tamtama Kilat. Afrizani mendaftar ke Mata Ie Banda Aceh. Dia kemudian dinobatkan ke Stoper Medan, karena mendapat rekomendasi Sthoper Medan.

Afrizani lulusan Tamtama Banda Aceh pada tahun 1995. Ia mendapatkan pembaretan sebagai YON Infanteri 113 Divisi Utama di Pasi Ie Leubeue, Kecamatan, Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie Aceh Indonesia.

Kemudian dia ditugaskan di YON Armed Lilawangsa, Laweung Aceh Pidie Aceh Indonesia sebagai pasukan tempur terbaik perbatasan wilayah daratan dan perairan Aceh.

Kemudian Afrizani dilepas tugaskan ke KOMPI SENAPAN C Lamlo, Kota Bakti Pidie Aceh Indonesia. Kemudian dia dipindahkan ke KODIM Sigli. Lalu ke KODAM Iskandar Muda Banda Aceh Indonesia.

Pada tahun 1996 Afrizani dipindahkan ke KORAMIL Simpang Tiga ke tempat tinggal  kelahirannya sesuai Identitas KTA. Lalu dia bertugas ke KORAMIL Kembang Tanjong. Saat itulah bertemu Pak Saiful Bahri dan diberitahukan untuk bisa mendaftar di Kopassus.

Pada tahun 1997 Status Afrizani masih Quo di Sekolahnya. Dia sambil bertugas ke Tamtama masih mengikuti sekolah SMP. Namun pada saat itu berdasarkan Rekomendasi surat dari KODAM dia dapat mengikuti Pendaftaran Kopassus.

Saat mengikuti tes, di Cijantung Jakarta Pusat Afrizani lulus sebagai anggota terbaik Kopassus Divisi Utama Patriotik Gultor 81. Dengan jumlah anggota seratus satu orang. Pada saat itulah Afrizani bertugas di Jakarta.

Pada tahun 1999, Afrizani dipanggil oleh Komandan TNI, dan diperintahkan untuk membasmi serta memberantaskan penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Pada tahun 1999 itulah, dia menjadi seorang Badan Intelijen Negara (BIN) di bawah naungan Komandan Sutiyoso.

Kemudian pada tahun 2000/ 2001, dia masuk dalam lini perang Aceh lalu terlibat dalam penumpasan Gerakan Aceh Merdeka. Afrizani dan kawan kawannya dari Gultor 81 membentuk BIN, BAIS, dan DENSUS88.

Sejak saat itu dia kehilangan arahdalam korp TNI. Karena semua pasukannya sudah menuju pertempuran dengan Aceh Merdeka (GAM). Aceh pada saat itu ditetapkan sebagai daerah Status Darurat Militer.

Afrizani kehilangan arah kesatuan karena berada dalam pertempuran status perang. Ia berada di hutan dan dipegunungan Aceh selama tiga tahun. Meski demikian ia tetap menjalin komunikasi dengan sahabat sahabatnya di Gultor.

Pada tahun 2004, ia turun gunung. Afrizani mendapatkan informasi Aceh menjunjung tinggi nilai perdamaian. Dan Lobi Lobi perdamaian sedang dilakukan di Genewa Swiss.

Afrizani Lalu menjadi anggota Koramil Mutiara Barat. Dia bertugas di daerah Beureunuen. Kemudian dia menjadi warga sipil karena Aceh dilanda Tsunami.

Setelah Tsunami semua Batalyon punah. Yang tersisa hanya puing- puing Cinta.
Saat itulah dia bekerja sebagai tukang pangkas rambut.

Afrizani kehilangan kontak dengan teman temannya. Aceh bagaikan kiamat. Dia jiga kehilangan kendali arah di TNI. Sebab musibah raya melanda Aceh yang berkepanjangan.

Akhir Desember 2004, Pasca Tsunami melanda Aceh, Afrizani alias Theodare tidak bisa masuk lagi ke Pos Pos TNI. Dan dia menjadi warga sipil. Saat itulah dia tidak lagi menjadi anggota TNI.

Namun, ternyata diketahui Afrizani sudah pulang ke Ibunya ke Rusia. Dan dia mengajak pasukan NATO dan tentara asing serta NGO asing untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.

Afrizani selain sebagai tentara diluar negeri dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang internet. Dan banyak perusahaannya berbasis teknologi. Tapi di luar negeri bukan di Aceh.

Ketika melanda Aceh, banyak perusahaan miliknya yang membantu bekerja rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, seperti Armageddon dan Skuadron Amerika Serikat.

Sementara itu, dia tidak lagi menempati Aceh, namun dia tinggal di Amerika Serikat. Hanya saja dia mulai melakukan perjalanan pulang pergi Aceh Amerika Serikat.

Pasca pulihnya Aceh, Afrizani tidak lagi masuk ke dalam tubuh TNI. Akan tetapi pada saat itu dia mengurus perusahaan miliknya, seperti Google, Facebook, YouTube, Twitter, Tiktok, dan Perusahaan Mobil seperti Tesla dan Lamborghini di Amerika Serikat.

Selain itu Afrizani juga memiliki banyak perusahaan ritel, perbankan, dan perusahaan berbasis teknologi teknologi canggih lainnya di USA.

Sayangnya, sekarang dia sudah tidak diketahui nasibnya. Tapi menurut sumber yang diselidiki. Dia masih berada di pulau Aceh Indonesia mengurus keluarganya.*
#Gultor81


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The story of Isabeau Musk being born into this World| PART 1

Cara Cepat Monetisasi Tiktok

Out of Space Touring with Mom and Dad| PART 6